Tugas 1

Nama                               : Farah Nur Azizah

No Regristrasi             : 52351127225

Judul Skripsi               : PENERAPAN SISTEM KRIPTOGRAFI ELGAMAL ATAS Zp DALAMPEMBUATAN TANDA TANGAN DIGITAL

Kerangka Skripsi

Bab I.

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
  2. Rumusan Masalah
  3. Pembatasan Masalah
  4. Tujuan Penelitian
  5. .Manfaat Penulisan

Bab II.

LANDASAN TEORI

A.Fungsi

  1. Fungsi Injektif
  2. Fungsi Surjektif
  3. Fungsi Bijektif
  4. Fungsi Invers

B. Teori Bilangan

  1. Keterbagian
  2. .Algoritma Pembagian pada Bilangan Bulat
  3. Faktor Persekutuan Terbesar
  4. Algoritma Euclid
  5. Kekongruenan
  6. Perkongruenan Linier
  7. Fungsi Euler
  8. Akar Primitif
  9. Uji Bilangan Prima

C.

Teori Grup

  1. Grup
  2. Grup Siklik
  3. Gelanggang

D.Kriptografi

  1. Definisi Kriptografi
  2. Terminologi Kriptografi
  3. Tujuan Kriptografi

Bab III.

PEMBAHASAN

A.Masalah Logaritma Diskret

B.Sistem Kriptografi ElGamal atas

  1. Proses Pembentukan Kunci
  2. Proses Enkripsi
  3. Proses Dekripsi

C.Fungsi Hash Satu Arah

D.Tanda Tangan Digital Menggunakan Algoritma ElGamal

  1. Proses Pembentukan Kunci
  2. Proses Penandatanganan
  3. Proses Verifikasi

Bab IV. PENUTUP

A.Kesimpulan

Komentar Terhadap Skripsi :

Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan tanda tangan digital menggunakan sistem kriptografi ElGamal atas Zp*. Tanda tangan digital dapat digunakan untuk melakukan pembuktian secara matematis bahwa data tidak mengalami modifikasi secara ilegal, sehingga bisa digunakan sebagai salah satu solusi untuk melakukan verifikasi data.

Ulasan Singkat Terhadap Skripsi :

http://eprints.uny.ac.id/2168/1/Skripsi.pdf

Proses pembuatan kunci menghasilkan kunci publik (p,g,v) dan kunci privat s. Kunci publik akan dikirimkan kepada penerima pesan untuk memverifikasi tanda tangan. Pada proses perhitungan nilai hash akan dihasilkan message digest, yang akan digunakan dalam pembuatan tanda tangan.Proses penandatanganan dihasilkan sepasang tanda tangan (R, T). Tanda tangan dan dokumen dikirimkan kepada penerima. Selanjutnya, pada proses verifikasi, penerima akan mengecek apakah tanda  tangan tersebut cocok atau tidak dengan menggunakan kunci publik dan menghitung nilai hash dokumen yang ia terima.

Perbandingan Skripsi dengan sumber lain :

  1. Dalam skripsi :

Enkripsi adalah sebuah proses penyandian yang melakukan perubahan sebuah kode (pesan) dari yang bisa dimengerti (plaintext) menjadi sebuah kode yang tidak bisa dimengerti (ciphertext).

–          Sumber lain : http://codeindesign.com/dasar-kriptografi-enkripsi-dan-dekripsi/

Enkripsi (Encryption) adalah sebuah proses menjadikan pesan yang dapat dibaca (plaintext) menjadi pesan acak yang tidak dapat dibaca (ciphertext).

–          Kesimpulan saya :

Saya setuju dengan definisi yang diungkapkan dalam skripsi. Karena jika kita melihat definisi yang kedua pesan diartikan dengan dapat dibaca bukan dimengerti. Seperti kita ketahui membaca itu belum tentu mengerti. Sedangkan mengerti sudah tentu membaca / mendengar atau sebagainya. Sehingga percuma kalau kita hanya bisa membaca namun tak mengerti. Bagaimana kita mau mengenkripsi data. Jika kita hanya mampu membaca namun tak mengerti.

  1. Dalam skripsi :

Kelemahan dari sistem ini adalah pada pemakaian kunci yang sama, sehingga pengirim pesan harus mencari cara yang aman untuk menyampaikan kunci kepada penerima pesan.

–          Sumber lain : http://informasilive.blogspot.com/2013/04/pengertian-kriptografi-simetris.html

Kelemahan kunci simetri adalah untuk tiap pengiriman pesan dengan user yang berbeda dibutuhkan kunci yang berbeda juga, sehingga akan terjadi kesulitan dalam manajemen kunci tersebut. Permasalahan dalam pengiriman kunci itu sendiri yang disebut “key distribution problem”.

–          Kesimpulan :

Saya  setuju dengan pernyataan dari sumber lain. Karena untuk tiap pasang pengguna dibutuhkan sebuah kunci yang berbeda, sedangkan sangat sulit untuk menyimpan dan mengingat kunci yang banyak secara aman, sehingga akan menimbulkan kesulitan dalam hal manajemen kunci. Perlu adanya kesepakatan untuk jalur yang khusus untuk kunci, hal ini akan menimbulkan masalah yang baru karena tidak mudah u menentukan jalur yang aman untuk kunci, masalah ini sering disebut dengan “Key Distribution Problem”. Apabila kunci sampai hilang atau dapat ditebak maka kriptosistem ini tidak aman lagi.

Contoh skema enkripsi kunci simetrik adalah :

a. DES (Data Encryption Standard)

b. IDEA (International Data Encryption Algorithm)

c. FEAL

  1. Dalam skripsi :

Kelemahan  dari sistem RSA adalah terlalu lambat pada proses enkripsi (pengkodean) data.

Sumber lain : http://kandisbuana.blogspot.com/2011/05/algoritma-rsa.html

Sistem pengenkripsian RSA mempunyai kemungkinan – kemungkinan  kelemahan yang bisa diserang oleh para eavesdropper (penyadap, penguping).

–          Kesimpulan :

Saya sepakat dua pernyataan diatas, karena kedua pernyataan tersebut saling keterkaitan yaitu karena lambatnya pengkodean data sehingga rentan untuk diserang oleh eavesdropper (penyadap, penguping).  Berikut adalah kelemahan – kelemahan dalam RSA yang sebaiknya dihindari:

  • Nilai n terlalu kecil, sehingga mudah untuk difaktorisasi
  • Jumlah nilai eksponen en yang terlalu kecil
  • Ukuran kunci yang terlalu kecil, sehingga sandi dapat dijebol dengan brute force attack
    • Nilai d terlalu kecil
    • Pengunaan nilai modulus yang familiar, hal ini memudahkan para hacker untuk menjebol sandi yang ada
  1. Dalam skripsi :

Sistem kriptografi ElGamal dikembangkan pertama kali oleh Taher Gamal pada tahun 1984.

–          Sumber lain : http://ilmu-kriptografi.blogspot.com/2009/05/sejarah-kriptografi.html

Sistem lain yang merupakan rancangan kunci publik ditemukan oleh Taher ElGamal pada tahun 1985.

–          Kesimpulan :

Saya lebih setuju dengan pernyataan kedua karena saya juga pernah membaca sejarah perkembangan kriptografi. Dan di buku itu dijelaskan bahwa kriptografi hadir pada tahun 1985.

  1. Dalam skripsi :

Pada kriptografi kunci asimetri ( kriptografi asimetri ), kunci yang digunakan pada proses enkripsi dan dekripsi adalah berbeda. Kunci untuk enkripsi bersifat tidak rahasia, bisa diketahui oleh publik, sering dinamakan sebagai kunci publik. Sedangkan kunci untuk dekripsi, bersifat rahasia, hanya diketahui oleh penerima pesan saja.

–          Sumber lain : http://auliaakbar90.blogspot.com/2011/04/algoritma-kunci-simetris-asimetris.html

Algoritma asimetris (asymmetric algorithm) , adalah suatu algoritma dimana kunci enkripsi yang digunakan tidak sama dengan kunci dekripsi. Pada algoritma ini menggunakan dua kunci yakni kunci publik (public key) dan kunci privat (private key). Kunci publik disebarkan secara umum sedangkan kunci privat disimpan secara rahasia oleh si pengguna. Walau kunci publik telah diketahui namun akan sangat sukar mengetahui kunci privat yang digunakan.
Pada umumnya kunci publik (public key) digunakan sebagai kunci enkripsi sementara kunci privat (private key) digunakan sebagai kunci dekripsi.

–          Kesimpulan :

Pernyataan dari kedua sumber tersebut sama. Sehingga terbukti ke absahannya. Namun saya menambahkan bahwa adanya kelemahan di kunci asimetri ini. Yakni :

  • Kecepatan yang lebih rendah bila dibandingkan dengan algoritma simetris
  •  Untuk tingkat keamanan sama, kunci yang digunakan lebih panjang dibandingkan dengan algoritma simetris.

link skripsi : http://eprints.uny.ac.id/2168/1/Skripsi.pdf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s